HANYA AKU
Aku pernah merasa sendiri di tengah keramaian. Itu
ketika di antara bising suara, tak ku dengar sedikitpun suaramu, seperti
biasanya, yang sering bertukar ocehan dengan mereka, dengan aku pastinya.
Menunggu . . . menunggu, dan terus menunggu, menunggu
untuk kau sapa.
Sejenak, bangun dari ingatan, oh iya, aku sadar, kau
sudah pergi melangkah jauh. Jadi, pikirku untuk apa aku “menunggu kau sapa”.
Sendiri, sendiri, sendiri. Iyaa, sendiri :), tak ada
kau di sisiku.
Hanya AKU, AKU dan AKU.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar