Jumat, 09 Mei 2014

Hanya AKU



HANYA AKU

Aku pernah merasa sendiri di tengah keramaian. Itu ketika di antara bising suara, tak ku dengar sedikitpun suaramu, seperti biasanya, yang sering bertukar ocehan dengan mereka, dengan aku pastinya.
Menunggu . . . menunggu, dan terus menunggu, menunggu untuk kau sapa.





Sejenak, bangun dari ingatan, oh iya, aku sadar, kau sudah pergi melangkah jauh. Jadi, pikirku untuk apa aku “menunggu kau sapa”.
Sendiri, sendiri, sendiri. Iyaa, sendiri :), tak ada kau di sisiku.
Hanya AKU, AKU dan AKU.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar