Untukmu, yang ku sebut “Sayang Jelek”
Sebelum kubuka
lembaran baru, untuk menghapus setiap lembaran yang terisi, aku ingin mengingat
satu hal tentangmu, dimana kamu pernah menjadi sebuah tulisan, yang terukir
dalam hati ini dan buku-buku harianku, aku ingin mengingatmu dengan
kesungguhanku, agar setelah ku buka lembaran baru, aku akan lupa tentang “LUKA” yang pernah
tercipta olehmu . . .
Tahukah kamu ??
Aku pernah
menyempatkanmu untuk menempati hatiku, menjadikan hatiku tempat terakhirmu, dan
aku tak ingin mengisinya dengan yang lain, karena aku serius sungguh
menginginkan dirimu tinggal disitu, untuk kau warnai, menjadikannya terang,
memberikan ribuan bunga setiap pagi dan hari-hari yang indah, menjadikan hatiku
berwarna, dan nyaman berada di sisimu :) . Aku tak ingin semua itu berlalu :) .
. .
Dan disaat kamu
lelah, lelah menanamkan memori indah bersamaku, kau coba menggores, aku belum
sempat terluka, karna cintaku begitu kuat menahan goresan itu, aku masih bisa
tersenyum untukmu, dan memaafkan goresan itu . . .
Goresan yang
memudar namun terluka, oleh tancapan dari bunga-bunga yang kau berikan, sungguh
sia-sia akan semuanya, meratapi kesedihan akan layunya semua harapan, yang
ingin jadikan dirimu tempat terakhir dalam hati ini. Menangis, sakit, benci,
kecewa, semua beradu satu menggebu-gebu dalam benakku ini . . .
Namun hatiku
berkata lain, aku memiih untuk mencoba
bertahan karena besar keyakinanku kepada butir-butir cinta bahwa ia takkan
pernah pudar diterjang oleh luka yang serius, sebaliknya, butir-butir cinta itu
akan tetap menyatu sebagai kekuatan cinta yang abadi, yang kekal selamanya,
bukan untuk hancurkan harapan-harapan sebelumnya, tapi untuk bahagia,
menjadikannya bukan hanya sekedar harapan namun benar-benar nyata . . .
Sekarang, lembaran
baru telah hampir ku buka, jikalau kau ingin menempatinya kembali maka aku
persilahkan. Namun, jika kau hanya ingin melukainya, maaf aku tak bisa,
lembaran yang telah lalu akan
ku bakar menjadi sebuah abu, yang
habis beterbangan bersama angin . . .
Dan bila kau
inginkan tuk pergi dari hati ini selamanya, semoga kau bisa dapatkan tempat
terindah seperti apa yang kau inginkan, bukan sepertiku yang kau sia-siakan,
yang kau inginkan saat kau butuh persinggahan. Ketahuilah, aku bukan hotel yang
semudahnya kau singgahi disaat kau lelah . . .
Aku hanya ingin
jadi sebuah rumah,
yang ditempati oleh sosok jiwa yang mempunyai
kesungguhan hati dan niat untuk
menjadikanku tempat tinggal
terakhirnya . . . :)
-MOZA-