Rabu, 10 Februari 2016

W # A

Saturday, 26th December 2015.

Listen !
Semua orang pasti punya karakter MENGHARGAI SEORANG PEREMPUAN, Anda, teman-teman saya, semuanya punya. Tetapi, tidak semua orang punya karakter MENGHARGAI SEBAGAI PEREMPUANNYA, tapi Alvin punya. Iya, Alvin, sosok yang sangat saya banggakan, karakter dia sangat banyak, dan semua karakternya sangat baik, tidak ada yang tidak. Saya sama sekali tidak memandangnya dari fisiknya, saya sangat mencintai karakternya, karakter yang menghargai saya sebagai perempuannya, menghormati saya, melindungi saya. Dia tau seluk beluk saya, latar belakang saya, kekurangan saya, kelemahan saya, tapi 1 yang membuat dia luar biasa di mata saya, DIA TETAP MENGHARGAI SAYA SEBAGAI PEREMPUANNYA, tidak pernah meninggalkan saya selangkahpun meski dia tau seberapa banyak kekurangan yang ada dalam diri saya, dia tetap memandang saya sebagai PEREMPUAN SEMPURNA, PEREMPUAN YANG AMAT DIA CINTAI, PEREMPUAN YANG AMAT DIA SAYANGI. Saya sungguh sangat bangga, dia tidak pernah berusaha menyakiti saya, dia tidak pernah sempat berpikir bagaimana menyakiti saya, dia hanya sibuk bagaimana agar saya tidak meninggalkan dia, dia hanya sibuk bagaimana agar saya tetap menyayangi bahkan mencintai dia seterusnya, DIA HANYA SIBUK BAGAIMANA AGAR SAYA MERASA BAHAGIA DAN NYAMAN KETIKA BERSAMANYA. Ambisinya sangat kuat. Karakternya luar biasa. Langkahnya amat jelas dan terarah.
Dia mencintai saya karena ALLAH. Sering, dia menangis karena mengingat saya dan kenangan bersama saya, dia menangisi hal itu ketika berdzikir,
SUDAHKAH ANDA SEPERTI DEMIKIAN ? Coba Anda pikir, APAKAH ANDA MENCINTAI SAYA KARENA ALLAH, seperti yang sudah Alvin lakukan untuk saya ?

Coretan tangan ini khusus untuk Anda,
Coretan ini saya tulis ketika hati saya
sangat hancur dan kecewa serta lelah.


Coba ANDA cari, “ Adakah perempuan yang masih mau bertahan untuk orang yang sering membuatnya terluka, bahkan sangat terluka ? “ 

Rabu, 27 Januari 2016





Dear You,
Seseorang yang berusaha selalu membahagiakanku, tetapi nyatanya malah sering menyakitiku.
Terluka, tersayat, berdarah-darah, pecah, hancur.
Ketahuilah, aku tidak pernah demo tentang itu.
Aku berusaha untuk bertahan melawan itu.
Bertahan berada di zona tidak nyamanku.

Aku tidak memintamu sadar.
Aku hanya menunggumu KAPAN KAU BERBAIK HATI KEPADAKU.
Iya, ku habiskan waktuku untuk menunggu hal itu.
Bahkan hingga putaran jam ingin berhenti.

Kamis, 05 Juni 2014

MAAF



Maaf aku tidak menyadari itu. Aku pikir kita sudah terpisahkan dengan jelas. Dan kita punya kehidupan masing-masing. Bukan kembali ke masa dimana kita pernah melukis tawa bersama, berjalan bersama, bertukar ocehan, atau apalah yang pernah terjadi kemarin panjang. Dan kamu tau kan, SIAPA dan BAGAIMANA aku sekarang ?






Aku tidak mungkin mengulang semua itu lagi. Aku tidak akan menghadirkan kisah itu lagi. Aku sudah berubah, mungkin bagiku aku sudah dewasa, sudah stabil, sudah anti sama sifat kanak-kanak, sudah tidak kenal lagi sama yang namanya sia-sia. Menurut aku, aku itu sudah banyak perubahan, perubahan menuju yang lebih baik tentunya. Dan aku masih dibingungkan dengan bagaimana masa depanku nanti. Aku dibuat dilema oleh cita-cita aku. Dilema, dilema, dan dilema. Makanya, aku minta pengertianmu, sedikit saja. Beri aku waktu dan kesempatan untuk hidup sendiri dulu. Biarkan aku menikmati masa mudaku, dimana aku akan berusaha menjadi pelajar dan pemuda yang diinginkan oleh semua insan, yang difavoritkan oleh semua manusia di bumi.
Kalau kamu ingin menjalin seperti dulu lagi sama aku, okelah fine, but “its hurt”.
Aku punya cerita sendiri, dan di dalam cerita itu tidak ada nama dan peranmu lagi. Cukup, “ JUST YESTERDAY, NOT TODAY  ”. Tapi makasih buat tingkah licikmu itu, yang diam-diam merhatiin aku dari jauh, dari luar kota tepatnya. Makasih juga, yang diam-diam merindukan aku dari sana. Makasih, makasih banget deh pokoknya.

Maafkan aku, telah mempersingkat pertemuan itu, mungkin itu sudah digaris oleh ALLAH.
Jika nanti kamu memang ditakdirkan untuk aku, insyaALLAH KITA pasti bertemu kembali, bertemu di ruang rindu.
Jangan patah semangat, jangan berhenti bermimpi, jangan pesimis hidup hanya gegara AKU.
Teruslah melangkah. Jadilah dirimu sendiri, seperti yang ku kenal dulu, seperti pribadi yang sempat aku cintai dulu.
Hidupmu itu indah, bahkan indah sekali, jadi jangan dibuat hancur gegara AKU.
Masa depanmu sangat cerah, jangan disuramkan seketika hanya gegara AKU.
KEEP STRONG, BE HAPPY, BE BETTER LIFE, BE THE BEST YOURSELF. YOU ARE NOT STANDING ALONE IN HERE. BELIEVE, ALLAH IS ALWAYS WITH YOU. WITHOUT ALLAH YOU ARE NOTHING.
Selamat menjalankan naskah cerita hidupmu kembali :)
Semoga barokahnya ALLAH selalu bersamamu. Amiin ~

-         MOZA    -

Jumat, 09 Mei 2014

Hanya AKU



HANYA AKU

Aku pernah merasa sendiri di tengah keramaian. Itu ketika di antara bising suara, tak ku dengar sedikitpun suaramu, seperti biasanya, yang sering bertukar ocehan dengan mereka, dengan aku pastinya.
Menunggu . . . menunggu, dan terus menunggu, menunggu untuk kau sapa.





Sejenak, bangun dari ingatan, oh iya, aku sadar, kau sudah pergi melangkah jauh. Jadi, pikirku untuk apa aku “menunggu kau sapa”.
Sendiri, sendiri, sendiri. Iyaa, sendiri :), tak ada kau di sisiku.
Hanya AKU, AKU dan AKU.


Aku ingin CINTA itu adalah KITA



Aku ingin CINTA itu adalah KITA

Bolehkah sekarang ku katakan bahwa
“ AKU MASIH MENCINTAIMU ?”
Nah, sekarang, apa kau bahagia?
Mungkinkah kau menari-nari  setelah mendengarnya?


Aku sendiri tak pernah tau pasti bagaimana perasaanmu saat ini. Hanya mampu menerka lewat kata yang mungkin saja bermakna lebih dari dua. Meski tak semua yang aku lakukan untukmu adalah “PASTI”.

Tanyaku, “ Apakah kau masih mencintaiku juga?”
Tak perlu dijawab, cukup tanyakan dan simpan pada hatimu saja. Karena, jika kau mengatakan jawaban itu padaku, ada dua kemungkinan: KECEWA atau malah BAHAGIA seutuhnya.

Kini, cinta lebih sering terbungkus ragu, diselimuti semu. Ketidakyakinan pun datang menambah beban pikiranku. Jadi, kesimpulannya, cinta itu semakin membingungkan. Apalagi ketika muncul TANDA TANYA raksasa di otakku, dan cinta sendiri tak mampu menjadi jawabannya.

Tahukah kamu? TANDA TANYA yang ku maksud itu adalah KAMU.
Cinta yang menjadikanmu sebuah tanda Tanya. Aku ingin membuatnya lebih mudah dari soal-soal SNMPTN tetapi tak kalah indah dari lukisan para pelukis terbaik.

Untukmu, yang ku sebut " Sayang Jelek "




Untukmu, yang ku sebut “Sayang Jelek”

Sebelum kubuka lembaran baru, untuk menghapus setiap lembaran yang terisi, aku ingin mengingat satu hal tentangmu, dimana kamu pernah menjadi sebuah tulisan, yang terukir dalam hati ini dan buku-buku harianku, aku ingin mengingatmu dengan kesungguhanku, agar setelah ku buka lembaran baru, aku akan lupa tentang “LUKA” yang pernah tercipta olehmu . . .

Tahukah kamu ??
Aku pernah menyempatkanmu untuk menempati hatiku, menjadikan hatiku tempat terakhirmu, dan aku tak ingin mengisinya dengan yang lain, karena aku serius sungguh menginginkan dirimu tinggal disitu, untuk kau warnai, menjadikannya terang, memberikan ribuan bunga setiap pagi dan hari-hari yang indah, menjadikan hatiku berwarna, dan nyaman berada di sisimu :) . Aku tak ingin semua itu berlalu :) . . .




Dan disaat kamu lelah, lelah menanamkan memori indah bersamaku, kau coba menggores, aku belum sempat terluka, karna cintaku begitu kuat menahan goresan itu, aku masih bisa tersenyum untukmu, dan memaafkan goresan itu . . .

Goresan yang memudar namun terluka, oleh tancapan dari bunga-bunga yang kau berikan, sungguh sia-sia akan semuanya, meratapi kesedihan akan layunya semua harapan, yang ingin jadikan dirimu tempat terakhir dalam hati ini. Menangis, sakit, benci, kecewa, semua beradu satu menggebu-gebu dalam benakku ini . . .

Namun hatiku berkata lain, aku memiih untuk mencoba bertahan karena besar keyakinanku kepada butir-butir cinta bahwa ia takkan pernah pudar diterjang oleh luka yang serius, sebaliknya, butir-butir cinta itu akan tetap menyatu sebagai kekuatan cinta yang abadi, yang kekal selamanya, bukan untuk hancurkan harapan-harapan sebelumnya, tapi untuk bahagia, menjadikannya bukan hanya sekedar harapan namun benar-benar nyata . . .

Sekarang, lembaran baru telah hampir ku buka, jikalau kau ingin menempatinya kembali maka aku persilahkan. Namun, jika kau hanya ingin melukainya, maaf aku tak bisa, lembaran yang telah lalu akan
ku bakar menjadi sebuah abu, yang habis beterbangan bersama angin . . .

Dan bila kau inginkan tuk pergi dari hati ini selamanya, semoga kau bisa dapatkan tempat terindah seperti apa yang kau inginkan, bukan sepertiku yang kau sia-siakan, yang kau inginkan saat kau butuh persinggahan. Ketahuilah, aku bukan hotel yang semudahnya kau singgahi disaat kau lelah . . .

Aku hanya ingin jadi sebuah rumah,
 yang ditempati oleh sosok jiwa yang mempunyai kesungguhan hati dan niat untuk
menjadikanku tempat tinggal terakhirnya . . . :)



-MOZA-