Jumat, 09 Mei 2014

Untukmu, yang ku sebut " Sayang Jelek "




Untukmu, yang ku sebut “Sayang Jelek”

Sebelum kubuka lembaran baru, untuk menghapus setiap lembaran yang terisi, aku ingin mengingat satu hal tentangmu, dimana kamu pernah menjadi sebuah tulisan, yang terukir dalam hati ini dan buku-buku harianku, aku ingin mengingatmu dengan kesungguhanku, agar setelah ku buka lembaran baru, aku akan lupa tentang “LUKA” yang pernah tercipta olehmu . . .

Tahukah kamu ??
Aku pernah menyempatkanmu untuk menempati hatiku, menjadikan hatiku tempat terakhirmu, dan aku tak ingin mengisinya dengan yang lain, karena aku serius sungguh menginginkan dirimu tinggal disitu, untuk kau warnai, menjadikannya terang, memberikan ribuan bunga setiap pagi dan hari-hari yang indah, menjadikan hatiku berwarna, dan nyaman berada di sisimu :) . Aku tak ingin semua itu berlalu :) . . .




Dan disaat kamu lelah, lelah menanamkan memori indah bersamaku, kau coba menggores, aku belum sempat terluka, karna cintaku begitu kuat menahan goresan itu, aku masih bisa tersenyum untukmu, dan memaafkan goresan itu . . .

Goresan yang memudar namun terluka, oleh tancapan dari bunga-bunga yang kau berikan, sungguh sia-sia akan semuanya, meratapi kesedihan akan layunya semua harapan, yang ingin jadikan dirimu tempat terakhir dalam hati ini. Menangis, sakit, benci, kecewa, semua beradu satu menggebu-gebu dalam benakku ini . . .

Namun hatiku berkata lain, aku memiih untuk mencoba bertahan karena besar keyakinanku kepada butir-butir cinta bahwa ia takkan pernah pudar diterjang oleh luka yang serius, sebaliknya, butir-butir cinta itu akan tetap menyatu sebagai kekuatan cinta yang abadi, yang kekal selamanya, bukan untuk hancurkan harapan-harapan sebelumnya, tapi untuk bahagia, menjadikannya bukan hanya sekedar harapan namun benar-benar nyata . . .

Sekarang, lembaran baru telah hampir ku buka, jikalau kau ingin menempatinya kembali maka aku persilahkan. Namun, jika kau hanya ingin melukainya, maaf aku tak bisa, lembaran yang telah lalu akan
ku bakar menjadi sebuah abu, yang habis beterbangan bersama angin . . .

Dan bila kau inginkan tuk pergi dari hati ini selamanya, semoga kau bisa dapatkan tempat terindah seperti apa yang kau inginkan, bukan sepertiku yang kau sia-siakan, yang kau inginkan saat kau butuh persinggahan. Ketahuilah, aku bukan hotel yang semudahnya kau singgahi disaat kau lelah . . .

Aku hanya ingin jadi sebuah rumah,
 yang ditempati oleh sosok jiwa yang mempunyai kesungguhan hati dan niat untuk
menjadikanku tempat tinggal terakhirnya . . . :)



-MOZA-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar