Jumat, 25 April 2014

Surat Kecilku untuk Sahabat :)




DEAR SHOBATKU SAYANG

Ketawa bareng
Senyum bareng
Nglucu bareng
Ngumpet bareng
Nangis bareng
Galau bareng
Dimarahi bareng
Jalan bareng
Lari bareng
Maen bareng
Naek kendaraan bareng
Tidur bareng
Liat tv bareng
Mbolang bareng
Shopping bareng
Kuliner bareng
Belajar bareng

Ya,
Tanpa satupun yang terlewatkan.
Tiap aktivitas selalu, selalu, dan selalu kita lewati bersama.
Segala ruang dan waktu kita tembus.
Menembus dinding suka duka berdua.

Mungkinkah itu semua akan sirna ?
Yang udah lama dibangun, padahal kesekian waktu terjalani bersama.
Akankah semua itu terlupakan dalam waktu hanya sekejap saja ?

Ya,
Mungkin bagimu mudah.
Mudah banget buat nge-hapus momen itu.
Walaupun hanya momen sepele.
Namun mengandung arti yang istimewa.
Arti kebersamaan, arti persatuan, arti kerukunan, arti kedamaian, dan bahkan juga kita anggap sebagai arti persaudaraan.

Sementara, buat aku.
Aku tak sependapat denganmu.
Aku begitu sulitnya untuk melupakan segala yang terjadi di antara kita.
Sungguh itu asli di luar batas kemampuanku.
Padahal aku udah berusaha keras.
Namun apa yang terjadi ?
Aku masih tetap saja ga’akan pernah bisa nge-hapus itu semua.

Awalnya kita memang beda.
Tapi
Waktu demi waktu.
Hati bicara dg hati.
Jiwamu menyentuh jiwaku.
Membuat itu semua jadi indah.
Ibarat aku dan kamu bermagnet.
Yang ingin tarik menarik menciptakan kesatuan yang kokoh.
Yang akhirnya ALLAH mengkodratkan kita untuk bersama.
Sehingga yang awalnya beda berubah jadi kesamaan.
Sehati, seia, sekata, sejalan, seperjuangan.

Apa kamu pernah berfikir
Mengapa ALLAH menghadirkan ribuan orang di kehidupanku
Tapi DIA memilihmu untuk menemani di setiap langkahku ?
Karna DIA telah meletakkan kebahagiaanku di dirimu.
Begitu juga sebaliknya,
DIA juga telah meletakkan kebahagiaanmu di diriku.
Itu semua semata-mata alasan ALLAH untuk menyatukan kita.
Menyerukan kita untuk selalu bersama.
Dan menyerukan kita agar menikmati kebahagiaan itu bersama-sama.
TUHAN memang indah yaa?

Tiap pertemuan pasti terdapat perpisahan.
3 bulan.
Ya,
Waktu itu.
Kurang 3 bulan lah kita akan berpisah.
3 bulan lah waktu yang diberikan ALLAH buat kita.
Untuk bisa saling pandang, untuk bisa saling melengkapi, untuk bisa saling nge-bahagia,in.
Seharusnya waktu itu kita manfaatkan untuk bersama.
Bukan malah kita sia-sia kan dg saling menjauh kaya’ gini.

3 bulan.
Ya,
Waktu itu.
Kelihatan lama tapi begitu singkat jika dirasakan.
Seharusnya kita saling sadar.
Bahwa kita ga punya waktu lagi untuk bisa ngulangi momen kebersamaan itu kembali.
Kamu disini, aku disana.
Kita bakalan berjauhan, akan tiada kedekatan lagi kaya’ dulu.
Tak semestinya kita saling menjauh, saling melupakan, bahkan saling non mengenal.
Apa kita bersikap kaya’ anak kecil seperti ini ?
Tidak,
Kita bukan anak kecil lagi, kita udah berada dalam naungan masa putih biru.

Sebelum “waktu perpisahan” itu telah tiba.
Aku berharap ALLAH mengizinkanku untuk bisa nge-bahagiakanmu.
Biar akhir jumpa kita terkesan indah dan berharga.
Aku ga’mau kita berpisah dalam keadaan kebencian.
Karna aku ga’mau dibenci & aku pun ga’mau membenci.
SIAPA PUN.

Mohon maaf jika lantunan kata maupun langkah gerakku yg telah menggores luka hatimu.
Ya,
Pasti..
Pasti aku punya banyak salah padamu.
Aku hanya bisa minta maaf.
Memang aku tak sesempurna ALLAH.
Aku yg berlumuran dosa, penuh dg kekurangan.
Kamu boleh nge-balas sakit yg udah aku buat slama ini.
Bahkan lebih dari itu juga gapapa.
Akan aku terima kok.
Tenang saja.

Terima kasih atas waktu, kesetiaan, dan kasih sayangmu.
Semoga ALLAH membalas kebaikanmu selama ini ke aku.
Semoga juga DIA menghadirkan seseorang yg lebih dari aku buat kamu.

Maaf apabila senandungku tidak pantas untuk dilantunkan.
Maafkan aku

Sebut nama-ku jika kau rindukanku.
Aku pasti datang menemanimu walaupun hanya sebatas bayangan.

TERIMA KASIH TELAH MENGENALKU_
Bila di kehidupan ini  ALLAH berkehendak memisahkan kita,
Aku berharap DIA mempertemukan & mempersatukan kita kembali di kehidupan yang akan datang dalam waktu,  tempat & suasana yang lebih indah dari apa yg kita bayangkan.
Semoga hidupmu lebih bahagia setelah jauh dariku.

Februari, 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar