DEAR SHOBATKU SAYANG
Ketawa
bareng
Senyum
bareng
Nglucu
bareng
Ngumpet
bareng
Nangis
bareng
Galau
bareng
Dimarahi
bareng
Jalan
bareng
Lari
bareng
Maen
bareng
Naek
kendaraan bareng
Tidur
bareng
Liat
tv bareng
Mbolang
bareng
Shopping
bareng
Kuliner
bareng
Belajar
bareng
Ya,
Tanpa
satupun yang terlewatkan.
Tiap
aktivitas selalu, selalu, dan selalu kita lewati bersama.
Segala
ruang dan waktu kita tembus.
Menembus
dinding suka duka berdua.
Mungkinkah
itu semua akan sirna ?
Yang
udah lama dibangun, padahal kesekian waktu terjalani bersama.
Akankah
semua itu terlupakan dalam waktu hanya sekejap saja ?
Ya,
Mungkin
bagimu mudah.
Mudah
banget buat nge-hapus momen itu.
Walaupun
hanya momen sepele.
Namun
mengandung arti yang istimewa.
Arti
kebersamaan, arti persatuan, arti kerukunan, arti kedamaian, dan bahkan juga
kita anggap sebagai arti persaudaraan.
Sementara,
buat aku.
Aku
tak sependapat denganmu.
Aku
begitu sulitnya untuk melupakan segala yang terjadi di antara kita.
Sungguh
itu asli di luar batas kemampuanku.
Padahal
aku udah berusaha keras.
Namun
apa yang terjadi ?
Aku
masih tetap saja ga’akan pernah bisa nge-hapus itu semua.
Awalnya
kita memang beda.
Tapi
Waktu
demi waktu.
Hati
bicara dg hati.
Jiwamu
menyentuh jiwaku.
Membuat
itu semua jadi indah.
Ibarat
aku dan kamu bermagnet.
Yang
ingin tarik menarik menciptakan kesatuan yang kokoh.
Yang
akhirnya ALLAH mengkodratkan kita untuk bersama.
Sehingga
yang awalnya beda berubah jadi kesamaan.
Sehati,
seia, sekata, sejalan, seperjuangan.
Apa
kamu pernah berfikir
Mengapa
ALLAH menghadirkan ribuan orang di kehidupanku
Tapi
DIA memilihmu untuk menemani di setiap langkahku ?
Karna
DIA telah meletakkan kebahagiaanku di dirimu.
Begitu
juga sebaliknya,
DIA
juga telah meletakkan kebahagiaanmu di diriku.
Itu
semua semata-mata alasan ALLAH untuk menyatukan kita.
Menyerukan
kita untuk selalu bersama.
Dan
menyerukan kita agar menikmati kebahagiaan itu bersama-sama.
TUHAN
memang indah yaa?
Tiap
pertemuan pasti terdapat perpisahan.
3
bulan.
Ya,
Waktu
itu.
Kurang
3 bulan lah kita akan berpisah.
3
bulan lah waktu yang diberikan ALLAH buat kita.
Untuk
bisa saling pandang, untuk bisa saling melengkapi, untuk bisa saling
nge-bahagia,in.
Seharusnya
waktu itu kita manfaatkan untuk bersama.
Bukan
malah kita sia-sia kan dg saling menjauh kaya’ gini.
3
bulan.
Ya,
Waktu
itu.
Kelihatan
lama tapi begitu singkat jika dirasakan.
Seharusnya
kita saling sadar.
Bahwa
kita ga punya waktu lagi untuk bisa ngulangi momen kebersamaan itu kembali.
Kamu
disini, aku disana.
Kita
bakalan berjauhan, akan tiada kedekatan lagi kaya’ dulu.
Tak
semestinya kita saling menjauh, saling melupakan, bahkan saling non mengenal.
Apa
kita bersikap kaya’ anak kecil seperti ini ?
Tidak,
Kita
bukan anak kecil lagi, kita udah berada dalam naungan masa putih biru.
Sebelum
“waktu perpisahan” itu telah tiba.
Aku
berharap ALLAH mengizinkanku untuk bisa nge-bahagiakanmu.
Biar
akhir jumpa kita terkesan indah dan berharga.
Aku
ga’mau kita berpisah dalam keadaan kebencian.
Karna
aku ga’mau dibenci & aku pun ga’mau membenci.
SIAPA
PUN.
Mohon
maaf jika lantunan kata maupun langkah gerakku yg telah menggores luka hatimu.
Ya,
Pasti..
Pasti
aku punya banyak salah padamu.
Aku
hanya bisa minta maaf.
Memang
aku tak sesempurna ALLAH.
Aku
yg berlumuran dosa, penuh dg kekurangan.
Kamu
boleh nge-balas sakit yg udah aku buat slama ini.
Bahkan
lebih dari itu juga gapapa.
Akan
aku terima kok.
Tenang
saja.
Terima
kasih atas waktu, kesetiaan, dan kasih sayangmu.
Semoga
ALLAH membalas kebaikanmu selama ini ke aku.
Semoga
juga DIA menghadirkan seseorang yg lebih dari aku buat kamu.
Maaf
apabila senandungku tidak pantas untuk dilantunkan.
Maafkan
aku
Sebut
nama-ku jika kau rindukanku.
Aku
pasti datang menemanimu walaupun hanya sebatas bayangan.
TERIMA
KASIH TELAH MENGENALKU_
Bila
di kehidupan ini ALLAH berkehendak
memisahkan kita,
Aku
berharap DIA mempertemukan & mempersatukan kita kembali di kehidupan yang
akan datang dalam waktu, tempat &
suasana yang lebih indah dari apa yg kita bayangkan.
Semoga
hidupmu lebih bahagia setelah jauh dariku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar